Selasa, 11 Maret 2014

Kenapa Air Mineral Kemasan disebut AQUA?

Jumpa lagi, lagi-lagi kita berjumpa. Sebelum postingan ini di terbitkan, masyarakat luas sering bertanya-tanya entah itu di dalam sanubari mereka atau mereka langsung tanyain pada guru, dosen, ustadz, atau orang-orang yang dianggap pintar.

Sebenarnya apa sih yang mereka tanyain?

Pertanyaan diatas boleh dibilang pertanyaan sangat menusuk hati kebanyakan orang, padahal merknya belum tentu Aqua, mungkin Ades, Vit, dan lain-lain. Apapun merk kemasan air mineral hampir pasti disebutnya Aqua. Coba kamu makan di tempat umum atau kafe, pas ditanya minumnya apa? kamu akan menjawab Aqua saja, maka pelayan akan menghidangkan air mineral kemasan yang merknya belum tentu Aqua.

Lucunya sekarang, sebuah produk (merk/brand) sekarang menjelma menjadi nama suatu barang. Aqua (merk/brand) dianggap identik dengan air mineral. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Air mineral adalah ‘jenis barang’, sedangkan Aqua hanya salah satu merk dari merk-merk lainnya(dari banyak lainnya) untuk jenis barang tersebut.

Terus kenapa bisa begitu?

Aqua menggambarkan kesejukan
 
Aqua selalu berhasil menggambarkan kesejukan yang suci. Kalo kamu minum air mineral merk lain dan kamu sebut itu aqua, pasti air yang mineral yang masuk ke dalam kerongkongan kerasa sejuk "maknyusss" gitu. Ini sesuai image yang mereka bangun, "Aqua berasal dari sumber mata air yang terpilih dengan segala kemurnian dan kandungan mineral alami yang terpelihara". Because what  mereka berani sebut ini murni, karena apa-apa yang berasal dari alam selalu bisa memberikan ke-original-an tiada banding.

Positioning dalam bentuk ekstrim
Ruang Bilik Otak
Seolah-olah di dalam ngotak kita itu ada ruang khusus yang spacenya besar dan nyaman untuk sebuah produk, dan dari sekian banyak produk sejenisnya lagi berdesakan disebuah bilik yang kecil pengap tak terurus dan terletak diujung belakang. Ini bukan karena omset/penjualan dari Aqua yang tinggi, tapi tentang [dominasi] persepsi.

Fenomena
Mempergunakan merk/brand dagang tertentu untuk menggambarkan benda apapun yang berasosiasi dengan produk tersebut disebut Metonimia. Fenomena Metonimia ini terjadi karena gencarnya promosi produk tersebut sampai-sampai melekat dalam alam bawah sadar seseorang. Bisa juga produk tersebut adalah pelopor dikelasnya. Biasanya yang pertama kali diingat orang adalah yang pertama kali keluar.

Jadi, kesimpulannya apa?

Buat kamu yang sampai saat ini masih nyebut nama air mineral kemasan dengan Aqua, mulai sekarang kamu harus stop nyebut merk aqua untuk air mineral kemasan, karena hal itu bikin mereka makin terkenal. Serta, buat kamu yang mau usaha dan sedang punya usaha air mineral(air galon isi ulang), berhenti deh nyebut air mineral kemasan pakai nama Aqua, bilang aja air minum biasa.

Senin, 10 Maret 2014

Kegiatan Positif buat yang Muda

Siapa yang enggak miris ngedengar sepasang anak muda melakukan tindakan kriminal serius, bahkan sampai memakan korban jiwa. Seperti ramai diberitakan di portal berita maupun media social, korban AS(19) yang merupakan mahasiswi Universitas Bunda Mulia harus meregang nyawa akibat dibunuh oleh mantan kekasihnya AH(19), dan kekasih barunya AR(19).

FYI, ketiganya adalah teman satu SMA.
 
Usut punya usut dan menurut berbagai sumber berita. Alasan AH menganiaya korban dilatarbelakangi sakit hati pelaku, karena korban tak pernah mau ditemui setelah putus. Sementara AR membantu kekasihnya karena takut AH balikan lagi korban AS. Sebuah masalah yang sebetulnya tidak begitu besar, tapi kok sampai merenggut nyawa seseorang. miris.

Masa muda(15-25 tahun) adalah masa pembentukan karakter. Sebaiknya di fase ini diisi dengan kegiatan positif untuk membentuk mental, karakter, dan emosi. kebanyakan orang tua sekarang hanya memperimbangkan tingkat IQ(intelligence quotient) ketimbang EQ(emotional quotient), para orang tua lebih bangga dengan nilai-nilai prestasi study si anak daripada tingkat psikologi si anak terhadap suatu hal.

Nah....! berikut kegiatan-kegiatan positif yang dapat membentuk mental, karakter, dan emosi di masa muda :

1. Naik Gunung atau Trekking
Naik gunung dan trekking salah satu kegiatan yang tak boleh dilewatkan ketika masih muda. Karena dibutuhkan stamina, persiapan, & rencana yang matang untuk mendaki. Dari kegiatan ini kita dapat mengenali karakter kita maupun teman pendakian kita. Jika ingin lebih yang menantang, carilah lokasi yang sulit dicapai dan penuh tantangan bisa dipilih. Kapan lagi bisa begini? selagi masih muda, yak enggak?


2. Takjub Melihat Keindahan Alam
Dunia ini sangat luas dan indah, sayang bangetkan kalau kalian yang masih muda enggak mau mengeksplore keindahannya. Kalian enggak perlu jaim saat melihat keindahan alam di depan mata, keluarin aja semua ekspresi yang ada, terbengong-bengong sampai teriak-teriak, semua sah! Kapan lagi punya kesempatan melihat semua ini. Di usia tua? Belum tentu.

3. Wisata Adrenalin
Rata-rata anak muda punya fisik yang masih strong dan adrenalin yang sangat membuncah. Makanya, manfaatin adrenalin yang membuncah ini dengan wisata menantang. Kalian bisa mencoba arung jeram, bungee jumping, skydiving, dll. Dijamin enggak bakal kalian lupain. Wisata seperti ini cocok untuk ngeluapin emosi secara positif.

4. Coba Berkarya
Kalian enggak perlu menjadi orang yang punya kedudukan untuk berkarya. Kalian hanya perlu berimajinasi untuk membuat suatu karya lalu lakukan,contoh saat kalian putus hubungan, kenapa cerita putus itu enggak kalian buatkan lagu siapa tahu komersil, atau dibuat cerita pendek di blog sehingga menginspirasi orang untuk terus berpikir positif.

Sebenarnya masih banyak hal-hal positif yang bisa kalian lakukan, coba kalian share yak di kolom komentar dibawah ini. #DiolahDariBerbagaiSumber

Sabtu, 12 Oktober 2013

Rabu, 11 September 2013

Tanah

Pernah gak kalian terpikir tentang Tanah?


Sebenernya simple hal yang mau gw share dipostingan ini. Gw juga baru sadar, ternyata hidup kita sudah mulai jauh dari Tanah.

Maksudnya apa nih om?

Coba deh pikir, begitu keluar rumah kita pakai sandal untuk menginjak aspal. Terus pas naik motor atau kendaraan lain, begitu turun dari kendaraan menggunakan sandal atau sepatu. Masuk ruangan apapun biasanya beralas ubin juga. Dari sana gw mulai berpikir ternyata hidup kita mulai jauh dari alam, sudah jarang menghirup bau basahnya tanah lagi, & sudah jarang kaki telanjang kita menginjak tanah secara langsung.


Sejauh mata memandang*(cie-elah bahasanya), daerah-daerah bertanah sudah mulai jarang ditemuin. Kebanyakan tanah-tanah itu terselimut aspal hitam atau beton jalan. Daerah-daerah yang dulu pesawahan sekarang berubah jadi daerah industri, perumahan, & mall. Dan pastinya tanahnya pun berubah jadi aspal. Ujung-ujungnya aspal dimana-mana.


Harus diakuin sih, memang aspal atau beton jalan mempermudah laju mobilitas kita dalam beraktifitas, Memang enggak becek pas diguyur hujan, Memang membantu banyak dalam mempercepat waktu perjalanan kita tanpa ada genangan disana-sini. Tapi yakin deh, suatu saat nanti kalian akan kangen dengan beceknya tanah, bau basahnya tanah, & kotornya tanah.

Wajar juga sih kebanyakan orang menganggap aspal itu berefek positif buat kehidupan. Tapi sebenarnya, kalau kalian coba berpikir lagi bahwa aspal yang nyelimutin tanah itu ada juga efek negatifnya.

Memangnya apa efek negatifnya?

Contohnya banjir, karena aspal menyumbat terserapnya air kedalam pori-pori tanah dan juga dengan semakin sedikitnya lahan tanah yang ada, pohon-pohon jadi kehilangan tempat tinggal.

Alam saat ini memang tengah dilupakan. Tapi jangan menyesal jika kalian sudah tak peduli dengan alam. Karena suatu saat nanti, ALAM AKAN MENUNJUKAN KITA BUTUH MEREKA.